logo

Written by Super User on . Hits: 83

POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF TAFSIR MUBADALAH

Oleh : Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I.

(Ketua PA Tulang Bawang Tengah dan Mahasiswa S3 Hukum Keluarga UIN Raden Intan Lampung

Abstrak

Poligami baik secara sosial dan agama sudah mejadi isu menarik diperbincangan, dengan berbagai perbedaan pendapat dan dalih. Salah satu cara untuk melihat kembali relevansi poligami di era digital ini adalah dengan menganalisis ayat yang berbicara tentang poligami. Laporan ini akan membahas poligami dengan pendekatan mubādalah yang dipelopori oleh Faqihuddin Abdul Kodir telah dapat mewakili penyuaraan hak-hak perempuan dalam poligami. Meskipun tidak mendapatkan persetujuan dari semua pihak, namun tetap ada pihak yang membolehkannya dengan alasan yang berbeda. Penelitian ini menyimpulkan persoalan poligami saat ini tidak lagi terfokus pada motif yang melatar belakangi, akan tetapi lebih pada dampak pada problematika krusial relasi pasangan suami isteri.

Kata kuci: poligami, mubadálah, relasi pasangan suami isteri.

Pendahuluan

Salah satu isuyang sensitif secara sosial dan dalam Islam, selain masalah nikah beda agama, warisan dan kepemimpinan perempuan, yaitu tentang persoalan poligami, yang telah menjadi isu sensitif dan perdebatan sengit antara para ulama, akademisi, dan muffasirîn sejak dahulu kala hingga saat sekarang. Sehingga wajar isu poligami tidak pernah habis untuk diperbincangkan. Keinginan poligami dapat dilihat dari berbagai perspektif, mulai dari perspektif sosial-budaya hingga dari perspektif teologi-tafsir, dan dari berbagai pendekatan. Bagaimana tafsir mereka terhadap QS. An Nisâ’ [4]: 3 yang secara tekstual menyebut soal poligami. Menarik, setelah ditelusuri ternyata tidak ada pandangan absolut tentang kebolehan poligami dalam konteks sekarang. Ada yang pro tanpa syarat, bahkan boleh bagi seorang suami untuk berpoligami hingga dengan sembilan isteri. Ada yang setuju poligami dengan persyaratan yang ketat. Dikatakan, tidak setiap orang boleh berpoligami. Hanya dalam kondisi daruratlah poligami bisa ditoleransi, artinya dalam suasana normal poligami tidak bisa dilakukan.

 

Selengkapnya KLIK DISINI

 

sumber : https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/poligami-dalam-perspektif-tafsir-mubadalah-oleh-al-fitri-s-ag-s-h-m-h-i-30-11

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Mojokerto

Jl. Raya Prajurit Kulon No.17, Kota Mojokerto, Jawa Timur 61326

Telp: 0321-321097

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

fb youtube

 

Tautan Aplikasi

Pengadilan Agama Mojokerto@2018